Sabtu 30 Januari 2016 gerakan Pramuka Kwaran Karangkobar mengadakan Pesta Siaga. Pesta siaga diikuti oleh 33 SD/MI di kecamatan Karangkobar. Sebelum bertanding, siswa-siswi SD Negeri 1 Karangkobar atau yang lebih dikenal dengan Esdhika melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. Tujuannya agar persiapan lebih matang dan maksimal. Setiap hari siswa siswi berlatih dengan giat dibantu oleh guru-guru yang membimbing pada masing-masing cabang yang dilombakan.
Pesta siaga ini terdiri dari 11 cabang perlombaan, diantaranya yaitu ketaqwaan, semangat barung, kereta bola basket, kepribadian, pengetahuan umum, simpul, kompas, bhakti sosial, parade puisi dan geguritan, pentas seni patriotisme, dan bakti sosial (bumbung pramuka). Semua cabang tersebut harus dikuasai oleh siswa-siswi Esdhika yang terdiri dari 4 Barung yaitu 1 Barung Biru Putra dan 1 Barung Biru Putri sebagai tim inti serta 1 Barung Merah Putra dan 1 Barung Merah Putri.
Alhamdulillah dengan kerja sama antara siswa-siswi dengan Kepala Sekolah, guru serta berbagai pihak, keempat barung yang diturunkan semuanya dapat meraih juara dan membawa pulang piala. Juara yang diaraih antara lain:
1. Juara 1 untuk barung Biru Putri
2. Juara 1 untuk barung Biru Putra
3. Juara 2 untuk barung Merah Putri
4. Juara 3 untuk barung Merah Putra.
Dengan demikian, Barung Biru Putra dan Putri dari Esdhika akan mewakili Kwaran Karangkobar dalam pesta siaga di tingkat kabupaten Banjarnegara. Dengan doa dan usaha yang keras semoga SD Negeri 1 Karangkobar dapat meraih juara ditingkat Kabupaten dan dapat melanjutkan perjuangannnya untuk tingkat selanjutnya.
Semangat Esdhika.
Sabtu, 20 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
SD NEGERI 1 KARANGKOBAR: Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilm...
SD NEGERI 1 KARANGKOBAR: Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilm...: Menurut Hendyat Soetopo (1982:173) perpustakaan sekolah adalah “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang prog...
SD NEGERI 1 KARANGKOBAR: Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilm...
SD NEGERI 1 KARANGKOBAR: Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilm...: Menurut Hendyat Soetopo (1982:173) perpustakaan sekolah adalah “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang prog...
SD NEGERI 1 KARANGKOBAR: Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilm...
SD NEGERI 1 KARANGKOBAR: Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilm...: Menurut Hendyat Soetopo (1982:173) perpustakaan sekolah adalah “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang prog...
Senin, 11 Januari 2016
Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Penunjang Kegiatan Belajar Peserta Didik
Menurut Hendyat Soetopo
(1982:173) perpustakaan sekolah adalah “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang
program belajar dan mengajar di lembaga pendidikan formal”.
Perpustakan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan dan
penunjang kegiatan belajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam
memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Penyelenggaraan perpustakaan
sekolah bukan hanya untuk menyimpan buku-buku, tetapi dengan adanya
penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu peserta didik dan
guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu buku-buku
yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menujang proses belajar
mengajar, maka dalam pengadaan buku hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang
dipakai oleh sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah
peserta didik.
Dalam era globalisasi saat ini, pemerolehan pengetahuan
tidak hanya didapat dari proses pembelajaran saja. Selain
pembelajaran dikelas perlu adanya sarana penunjang. Pengadaan perpustakaan di sekolah
khususnya di SD Negeri 1 Karangkobar ini dianggap perlu mengingat peribahasa “Buku
adalah jendela dunia”. Melalui pengadaan buku-buku yang menunjang pelajaran,
peserta didik diarahkan membiasakan gemar membaca untuk mengembangkan pengetahuannya
dan memperluas wawasan yang dimiliki oleh peserta didik.
Secara terperinci,
manfaat perpustakaan bagi peserta didik adalah sebagai berikut:
1.
Perpustakaan dapat meningkatkan
pengetahuan peserta didik
2.
Perpustakaan dapat meningkatkan kecintaan
membaca pada peserta didik
3.
Peppustakaan dapat memperkaya pengalaman
belajar peserta didik
4.
Perpustakaan dapat digunakan sebagai
media pembelajaran untuk peserta didik
5.
Perpustakaan dapat melatih peserta didik
untuk bertanggung jawab
6.
Perpustakaan dapat membantu peserta
didik dalam hal menyelesaikan tugas.
Berikut adalah
langkah-langkah menarik minat baca peserta didik terhadap perpustakaan:
1. Selalu
memperbarui koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan.
2. Terdapat
pustakawan (tenaga perpustakaan) yang ramah, terdidik, bertanggung jawab, dan professional.
3. Membuat
ruang perpustakaan agar bisa menjadi tempat yang senyaman mungkin bagi peserta
didik.
4. Perpustakaan
juga menyediakan bacaan yang menghibur tapi tetap edukatif, seperti majalah
pendidikan
Rabu, 18 November 2015
GAYA BAHASA (MAJAS)
Gaya
bahasa (majas) penegasan
1. Majas Pleonasme Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk memperjelas maksud dengan menggunakan kata berulang dan maknanya sudah dikandung oleh kata yang mendahului.
Contoh: Burung itu sudah naik ke atas kemudian turun ke bawah lagi.
2. Majas Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk melukiskan keadaan secara berlebihan
Contoh: Anak tiu berlari sangat cepat bagai kilat
3. Majas Litotes
Dipakai untuk melukiskan hal sekecil-kecilnya utnuk merendahkan diri.
Contoh: Terimalah pemberianku yang tidak berharga ini.
4. Majas Repetisi
Adalah gaya bahasa mengulang kata-kata tertentu beberapa kali. Gaya ini sering digunakan dalam berpidato
Contoh: Jangan ragu-ragu Saudara, selama matahari masih beredar, selama bulan masih bersinar dan selama hayat masih dikandung badan saya akan memperjuangkan hak rakyat.
5. Majas Klimaks
Adalah gaya bahasa yang menggunakan sesuatu secara berturut-turut makin lama makin memuncak.
Contoh: Jangankan seratus ribu, lima ratus ribu atau satu juta, satu miliar pun kalau dijual akan aku beli.
6. Majas Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyebut sesuatu secara berturut-turut makin lama makin menurun.
Contoh: Apalagi setahun, sebulan atau semingu, sehari saja dia tidak akan meninggalkanmu.
7. Majas Asidenton
Adalah gaya bahasa yang melukiskan beberapa hal secara terurai tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh: Besar, kecil, tua, muda semuanya hadir dalam acara pembukaan sekaten.
8. Majas Polisindenton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hal dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh: Sebelum berangkat ke sekolah pagi itu, saya menyapu lantai dan mengepelnya kemudian saya mandi dan sarapan pagi.
Rabu, 30 September 2015
STANDAR PENILAIAN KURIKULUM 2013
Standar Penilaian Pendidikan
adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian
hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses
pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil
belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri,
penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu
tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah, yang
diuraikan sebagai berikut.
B. Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta
didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada
prinsip-prinsip sebagai berikut. |
Langganan:
Postingan (Atom)