Sabtu, 20 Februari 2016

SD Negeri 1 Karangkobar Meraih Juara dalam Pesta Siaga Kwaran Karangkobar

Sabtu 30 Januari 2016 gerakan Pramuka Kwaran Karangkobar mengadakan Pesta Siaga. Pesta siaga diikuti oleh 33 SD/MI di kecamatan Karangkobar. Sebelum bertanding, siswa-siswi SD Negeri 1 Karangkobar atau yang lebih dikenal dengan Esdhika melakukan persiapan dari  jauh-jauh hari. Tujuannya agar persiapan lebih matang dan maksimal. Setiap hari siswa siswi berlatih dengan giat dibantu oleh guru-guru yang membimbing pada masing-masing cabang yang dilombakan. 
Pesta siaga ini terdiri dari 11 cabang perlombaan, diantaranya yaitu ketaqwaan, semangat barung, kereta bola basket, kepribadian, pengetahuan umum, simpul, kompas, bhakti sosial, parade puisi dan geguritan, pentas seni patriotisme, dan bakti sosial (bumbung pramuka). Semua cabang tersebut harus dikuasai oleh siswa-siswi Esdhika yang terdiri dari 4 Barung yaitu 1 Barung Biru Putra dan 1 Barung Biru Putri sebagai tim inti serta 1  Barung Merah Putra dan  1 Barung Merah Putri.
Alhamdulillah dengan kerja sama antara siswa-siswi dengan Kepala Sekolah, guru serta berbagai pihak, keempat barung yang diturunkan semuanya dapat meraih juara dan membawa pulang piala. Juara yang diaraih antara lain:
1. Juara 1 untuk barung Biru Putri
2. Juara 1 untuk barung Biru Putra
3. Juara 2 untuk barung Merah Putri
4. Juara 3 untuk barung Merah Putra.
    Dengan demikian, Barung Biru Putra dan Putri dari Esdhika akan mewakili Kwaran Karangkobar dalam pesta siaga di tingkat kabupaten Banjarnegara. Dengan doa dan usaha yang keras semoga SD Negeri 1 Karangkobar dapat meraih juara ditingkat Kabupaten dan dapat melanjutkan perjuangannnya untuk tingkat selanjutnya.
Semangat Esdhika.



Senin, 11 Januari 2016

Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Penunjang Kegiatan Belajar Peserta Didik

Menurut Hendyat Soetopo (1982:173) perpustakaan sekolah adalah “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang program belajar dan mengajar di lembaga pendidikan formal”.
Perpustakan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan dan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk menyimpan buku-buku, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu peserta didik dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu buku-buku yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menujang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan buku hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang dipakai oleh sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah peserta didik.
Dalam era globalisasi saat ini, pemerolehan pengetahuan tidak hanya didapat dari proses pembelajaran saja. Selain pembelajaran dikelas perlu adanya sarana penunjang. Pengadaan perpustakaan di sekolah khususnya di SD Negeri 1 Karangkobar ini dianggap perlu mengingat peribahasa “Buku adalah jendela dunia”. Melalui pengadaan buku-buku yang menunjang pelajaran, peserta didik diarahkan membiasakan gemar membaca untuk mengembangkan pengetahuannya dan memperluas wawasan yang dimiliki oleh peserta didik.
Secara terperinci, manfaat perpustakaan bagi peserta didik adalah sebagai berikut:
1.   Perpustakaan dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik
2.   Perpustakaan dapat meningkatkan kecintaan membaca pada peserta didik
3.   Peppustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik
4.   Perpustakaan dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk peserta didik
5.   Perpustakaan dapat melatih peserta didik untuk bertanggung jawab
6.   Perpustakaan dapat membantu peserta didik dalam hal menyelesaikan tugas.

Berikut adalah langkah-langkah menarik minat baca peserta didik terhadap perpustakaan:
1.   Selalu memperbarui koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan.
2.   Terdapat pustakawan (tenaga perpustakaan) yang ramah, terdidik, bertanggung jawab, dan professional.
3.   Membuat ruang perpustakaan agar bisa menjadi tempat yang senyaman mungkin bagi peserta didik.
4.   Perpustakaan juga menyediakan bacaan yang menghibur tapi tetap edukatif, seperti majalah pendidikan

Rabu, 18 November 2015

GAYA BAHASA (MAJAS)


Gaya bahasa (majas) penegasan

1.
 Majas Pleonasme Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk memperjelas maksud dengan menggunakan kata berulang dan maknanya sudah dikandung oleh kata yang mendahului.
Contoh: Burung itu sudah naik ke atas kemudian turun ke bawah lagi.

2.
 Majas Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk melukiskan keadaan secara berlebihan
Contoh: Anak tiu berlari sangat cepat bagai kilat

3.
 Majas Litotes
Dipakai untuk melukiskan hal sekecil-kecilnya utnuk merendahkan diri.
Contoh: Terimalah pemberianku yang tidak berharga ini.

4.
 Majas Repetisi
Adalah gaya bahasa mengulang kata-kata tertentu beberapa kali. Gaya ini sering digunakan dalam berpidato
Contoh: Jangan ragu-ragu Saudara, selama matahari masih beredar, selama bulan masih bersinar dan selama hayat masih dikandung badan saya akan memperjuangkan hak rakyat.

5.
 Majas Klimaks
Adalah gaya bahasa yang menggunakan sesuatu secara berturut-turut makin lama makin memuncak.
Contoh: Jangankan seratus ribu, lima ratus ribu atau satu juta, satu miliar pun kalau dijual akan aku beli.

6.
 Majas Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyebut sesuatu secara berturut-turut makin lama makin menurun.
Contoh: Apalagi setahun, sebulan atau semingu, sehari saja dia tidak akan meninggalkanmu.

7.
 Majas Asidenton
Adalah gaya bahasa yang melukiskan beberapa hal secara terurai tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh: Besar, kecil, tua, muda semuanya hadir dalam acara pembukaan sekaten.

8.
 Majas Polisindenton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hal dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh: Sebelum berangkat ke sekolah pagi itu, saya menyapu lantai dan mengepelnya kemudian saya mandi dan sarapan pagi.

Rabu, 30 September 2015

STANDAR PENILAIAN KURIKULUM 2013



             Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut. 
  1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara  komprehensif untuk menilai mulai  dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
  2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan 
  4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil 
  5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 
  6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
  11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN,

B. Prinsip dan Pendekatan Penilaian 
          Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah  didasarkan  pada prinsip-prinsip sebagai berikut.