Senin, 11 Januari 2016

Peran Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Penunjang Kegiatan Belajar Peserta Didik

Menurut Hendyat Soetopo (1982:173) perpustakaan sekolah adalah “perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang program belajar dan mengajar di lembaga pendidikan formal”.
Perpustakan sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan dan penunjang kegiatan belajar siswa memegang peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk menyimpan buku-buku, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu peserta didik dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu buku-buku yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menujang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan buku hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang dipakai oleh sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah peserta didik.
Dalam era globalisasi saat ini, pemerolehan pengetahuan tidak hanya didapat dari proses pembelajaran saja. Selain pembelajaran dikelas perlu adanya sarana penunjang. Pengadaan perpustakaan di sekolah khususnya di SD Negeri 1 Karangkobar ini dianggap perlu mengingat peribahasa “Buku adalah jendela dunia”. Melalui pengadaan buku-buku yang menunjang pelajaran, peserta didik diarahkan membiasakan gemar membaca untuk mengembangkan pengetahuannya dan memperluas wawasan yang dimiliki oleh peserta didik.
Secara terperinci, manfaat perpustakaan bagi peserta didik adalah sebagai berikut:
1.   Perpustakaan dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik
2.   Perpustakaan dapat meningkatkan kecintaan membaca pada peserta didik
3.   Peppustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik
4.   Perpustakaan dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk peserta didik
5.   Perpustakaan dapat melatih peserta didik untuk bertanggung jawab
6.   Perpustakaan dapat membantu peserta didik dalam hal menyelesaikan tugas.

Berikut adalah langkah-langkah menarik minat baca peserta didik terhadap perpustakaan:
1.   Selalu memperbarui koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan.
2.   Terdapat pustakawan (tenaga perpustakaan) yang ramah, terdidik, bertanggung jawab, dan professional.
3.   Membuat ruang perpustakaan agar bisa menjadi tempat yang senyaman mungkin bagi peserta didik.
4.   Perpustakaan juga menyediakan bacaan yang menghibur tapi tetap edukatif, seperti majalah pendidikan

Rabu, 18 November 2015

GAYA BAHASA (MAJAS)


Gaya bahasa (majas) penegasan

1.
 Majas Pleonasme Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk memperjelas maksud dengan menggunakan kata berulang dan maknanya sudah dikandung oleh kata yang mendahului.
Contoh: Burung itu sudah naik ke atas kemudian turun ke bawah lagi.

2.
 Majas Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk melukiskan keadaan secara berlebihan
Contoh: Anak tiu berlari sangat cepat bagai kilat

3.
 Majas Litotes
Dipakai untuk melukiskan hal sekecil-kecilnya utnuk merendahkan diri.
Contoh: Terimalah pemberianku yang tidak berharga ini.

4.
 Majas Repetisi
Adalah gaya bahasa mengulang kata-kata tertentu beberapa kali. Gaya ini sering digunakan dalam berpidato
Contoh: Jangan ragu-ragu Saudara, selama matahari masih beredar, selama bulan masih bersinar dan selama hayat masih dikandung badan saya akan memperjuangkan hak rakyat.

5.
 Majas Klimaks
Adalah gaya bahasa yang menggunakan sesuatu secara berturut-turut makin lama makin memuncak.
Contoh: Jangankan seratus ribu, lima ratus ribu atau satu juta, satu miliar pun kalau dijual akan aku beli.

6.
 Majas Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyebut sesuatu secara berturut-turut makin lama makin menurun.
Contoh: Apalagi setahun, sebulan atau semingu, sehari saja dia tidak akan meninggalkanmu.

7.
 Majas Asidenton
Adalah gaya bahasa yang melukiskan beberapa hal secara terurai tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh: Besar, kecil, tua, muda semuanya hadir dalam acara pembukaan sekaten.

8.
 Majas Polisindenton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hal dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh: Sebelum berangkat ke sekolah pagi itu, saya menyapu lantai dan mengepelnya kemudian saya mandi dan sarapan pagi.

Rabu, 30 September 2015

STANDAR PENILAIAN KURIKULUM 2013



             Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah, yang diuraikan sebagai berikut. 
  1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara  komprehensif untuk menilai mulai  dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran.
  2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas khususnya pada sikap/perilaku dan 
  4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil 
  5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodic untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih. 
  6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
  11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN,

B. Prinsip dan Pendekatan Penilaian 
          Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah  didasarkan  pada prinsip-prinsip sebagai berikut. 

Standar Proses Pembelajaran Kurikulum 2013



          Berdasarkan standar proses pembelajaran pada implementasi Kurikulum 2013, maka guru harus melaksanakan 3 tahapan yaitu:
  • kegiatan pendahuluan
  • kegiatan inti
  • kegiatan penutup.
A. Kegiatan Pendahuluan pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
     Kegiatan pendahuluan yang harus dilakukan oleh guru berdasarkan amanat Kurikulum 2013 adalah:
  1. Kegiatan yang mula-mula harus dilakukan oleh guru pada kegiatan pendahuluan di dalam sebuah proses pembelajaran adalah mempersiapkan siswa baik psikis maupun fisik agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
  2. Selanjutnya guru harus mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan terkait materi pembelajaran baik materi yang telah siswa pelajari serta materi-materi yang akan mereka pelajari dalam proses pembelajaran tersebut.
  3. Setelah memberikan pertanyaan-pertanyaan, guru kemudian mengajak siswa untuk mencermati suatu permasalahan atau tugas yang akan dikerjakan sehingga dengan demikian mereka akan belajar tentang suatu materi, kemudian langsung dilanjutkan dengan menguraikan tentang tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai pada pembelajaran tersebut.
  4. Terkahir, dalam kegiatan pendahuluan guru harus memberikan outline cakupan materi serta penjelasan mengenai kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh siswa untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas yang diberikan.

Selasa, 29 September 2015

CERPEN KARYA SISWA

RELA
Karya. Nita Puji L.


Pagi itu cuaca cukup cerah, Matahari bersinar terik.  Gadis kecil berjalan menyusuri lorong gang sempit. Ya, gadis itu bernama Alifah. Dengan sepatu lusuhnya dia berjalan dengan penuh semangat menuju sekolah yang cukup jauh dari rumahnya. Perjalanan cukup melelahkan, namun tak menyurutkan niatnya. 
Sesampainya di sekolah dia langsung menaruh tas bututnya di kelas. Alifah berlari menuju lapangan untuk bergabung dengan teman-temanya yang telah lebih dahulu bermain. Alifah cukup populer di kalangan teman-temanya. Tanpa ragu dia langsung bergabung dengan tamannya bermain petak umpet. Maklum anak desa mereka masih familiar dengan permainan tradisional.
Teeeettttt, teeettttt, teeetttttt....... bel sekolah berbunyi.... Anak-anak berlarian menuju kelas masing-masing. Alifah juga dengan nafas terengah-engah dia duduk di bangkunya. Keringat mengucur deras di sekujur tubuhnya. Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki Pak Doni guru kelas VI. Dalam genggaman pak Doni nampak amplop besar sebuah pengumuman hasil ujian. Dag, dig dug rasa dalam hati semua anak penuh cemas.... 
"Anak-anak, hari inilah yang kita tunggu, hasil ujian telah tiba" ucap pak Doni menambah kecemasan anak-anak. Pak Doni mengumumkan peringkat nilai terbaik dalam kelas. Ternyata Alifah tidak bisa meraih peringkat tiga besar. Dia sangat kecewa karena selama ini dia telah belajar keras. Biasanya dia selalu meraih peringkat dua atau tiga. Dengan wajah penuh kasih sayang pak Doni menghiburnya. Pak Doni berkata bahwa ujian bukan satu-satunya jalan untuk menunjukkan prestasi. Masih jauh perjalanan Alifah untuk meraih masa depan. Alifah menerima dengan sabar.... 

Tunjangan Setifikasi Guru akan dihapus

Spirit Guru- mengutip berita dari koran-sindo.com bahwa Pemerintah berencana menghapus tunjangan profesi guru (TPG). Dengan peniadaan itu, ke depan guru hanya akan menerima tunjangan kinerja setelah melalui pengujian.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, dasar penghapusan TPG karena tidak semua guru berkinerja bagus meskipun telah mendapat tunjangan itu. Kemendikbud pun menggariskan bahwa insentif kepada guru akan diberikan sesuai dengan kompetensi dan kinerja.

”Ini artinya TPG harus disesuaikan. Pemerintah ingin secepatnya insentif berbasis kompetensi dan kinerja itu( direalisasi),” katanya di Jakarta kemarin. Pranata menerangkan, penghapusan TPG sah dilakukan mengingat dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) disebutkan bahwa besaran gaji PNS tergantung pada kinerja. ”Ke depan, tunjangan harus disesuaikan dengan tiga komponen uji yang akan dilakukan Kemendikbud, yakni penilaian kinerja guru (PKG), uji kompetensi guru (UKG), dan prestasi siswa,” ujarnya.

Pranata melanjutkan, reformasi tunjangan guru akan dimulai tahun ini dengan penerapan UKG pada 19 November- 27 November. Selain itu akan dilaksanakan pula penilaian kinerja guru untuk memastikan kualitas dan transparansi evaluasi kinerja mereka. Dua hal itu akan menjadi menu pada pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). ”Jadi rapor guru nantinya harus terdiri atas PKG, UKG, dan prestasi belajar. Adanya PKB ini merupakan terobosan baru pelatihan guru,” ujarnya.
Guru besar FakultasI lmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Hafid Abbas menilai sertifikasi guru melalui portofolio dan pelatihan 90 jam tak lebih dari formalitas belaka. Guru tidak dilatih, melainkan hanya diberi sertifikat secara cuma-cuma. Hafid mendukung revisi sertifikasi guru karena tidak memberi dampak perbaikan atas mutu pendidikan nasional.

Padahal penyelenggaraannya telah menguras 2/3 dari total anggaran pendidikan yang mencapai 20% APBN. ”Pada 2010 biaya sertifikasi mencapai Rp110 triliun. Namun Bank Dunia memublikasi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum ternyata menunjukkan prestasi yang relatif sama,” tuturnya.
Hafid menegaskan, ada tiga implikasi dari program sertifikasi yang mesti dibenahi. Pertama, Kemendikbud harus menghilangkan pola formalitas penyelenggaraan program sertifikasi guru. Kedua, kaitkan sertifikasi dengan pembenahan mekanisme pengadaan dan perekrutan calon guru di perguruan tinggi. Ketiga, sertifikasi guru harus diselenggarakan berbasis kelas.

Kamis, 24 September 2015

SK TPG TAHUN 2015

SK TPG muncul setiap 6 bulan sekali atau persemester untuk tahun 2015/2016 sebagai pembayaran 1 semester pada pencairan TPG Triwulan III dan IV sejak Juli sampai Desember 2015.

SKTP Semester 1 Tahun 2015/2016 dan data guru bisa anda cek di Laman Info PTK secara online. Untuk melihat Status penerbitan SKTP lihat dihalaman dibawah ini:

http://223.27.144.195:8081/
http://223.27.144.195:8082/
http://223.27.144.195:8083/
http://223.27.144.195:8084/
http://223.27.144.195:8085/


 
Cara login ke laman sebagai berikut:
Penerima Tunjangan Fungsional harus memenuhi syarat 24 jam tatap muka satu minggunya. Penerbitan SKTP sesuai dengan data yang dikirim melalui Aplikasi Dapodik.